Arah kita

Recent Post

Miris! Makam Tokoh Kemerdekaan Ini Sekarang Malah Jadi Rebutan Dua Kabupaten

Rencana pemindahan makam dan jasad tokoh kemerdekaan Indonesia, Ibrahim Datuk Tan Malaka, dari Desa Selopanggung, Kecamatan Semen Kediri ke Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, tidak berjalan lancar sesuai yang direncakan.

Seperti diberitakan JPNN, hambatan tersebut diketahui beberapa hari lalu, dimana pemerintah daerah Kabupaten Kediri tidak mengindahkan wacana pemindahan jasad pahlawan tersebut. Diduga hal tersebut lantaran Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota (asal Tan Malaka) tidak mengantongi izin resmi dari Kementerian Sosial.



Baru-baru ini bahkan mencuat kabar, mayoritas warga desa setempat ikut menolak wacana pemindahan itu.

Syarwan salah satu warga mengatakan, sejak dulu Tan Malaka dimakamkan di desa Selopanggung sehingga warga berharap agar tetap berada di situ dan tidak dipindah-pindah.

Sejauh ini pihak keluarga Tan Malaka dari Sumatera Barat telah mendatangi lokasi makam dan memasang batu nisan.

Sementara pihak desa telah memperbaiki akses jalan masuk ke dalam makam berupa tangga.

“Makam Tan Malaka telah menjadi objek wisata religius, sehingga pihak desa tidak setuju jika ada pemindahan ke Sumatera Barat,” kata Syarwan

Keberadaan makam Tan Malaka diketahui berdasarkan penelitian salah satu sejarawan asal Belanda.


Menurutnya, sang pejuang kemerdekaan itu dimakamkan di TPU Selopanggung Kediri.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatara Barat berencana memindahkan jenazah, Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka dari Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Makam itu rencananya dipindahkan ke tanah kelahirannya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Bentuk keseriusan pemerintah untuk merelokasi jenazah tersebut diperlihatkan dengan kedatangan Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan ke Kediri untuk menemui pimpinan dewan kota Kediri dan melakukan ziarah langsung ke makam Tan Malaka.

“Dalam waktu dekat pihak pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Kediri,” ujar Ferizal.

Menurutnya, keinginan untuk memindahkan makam Tan Malaka adalah permintaan dari pihak keluarga.

Sebelumnya pihak keluarga bersama Tan Malaka Institute sudah mengurus semua keperluan yang menyangkut administrasi.

Sebelum pemindahan dilakukan, pihaknya akan melakukan prosesi penjemputan dan kirab pada 15 Januari dan dijadwalkan sampai di wilayah Kedirip pada 21 Febuari.

“Sebagai wakil bupati saya diberi tugas oleh pimpinan untuk menindaklanjuti rencana tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, tujuan dari penjemputan kirab ini sebagai simbol untuk mengenang perjalanan Tan Malaka.

Selanjutnya, jasad Tan Malaka dimakamkan di dekat rumahnya di tanah kelahiranya di Padam Gadam.

Biaya pemindaham makan nantinya akan ditanggung pihak pemerintah daerah Kabupaten Lima Puluh Kota.

0 Response to "Miris! Makam Tokoh Kemerdekaan Ini Sekarang Malah Jadi Rebutan Dua Kabupaten"

Posting Komentar